Bertasbihnya Pagi Kebeningan Berembun

Syair Kata Cinta Kekasih_ aku pemuja rasa yang fakir kata; adamu yang nyata tlah cukup biaskan ceria, tak harus aku menulis cerita Pagi menenun asa dalam bias rasa ceria, selincah burung-burung mungil yang bergelayut di dedahan rosela, Ceria kita, merangkai gurat-gurat kata ketika pagi menafaskan cinta di luas semesta tak ada lagi luka Rindu aku; kanak-kanak masa dulu, mengejar kupu kupu.Memetik ceria dengan pagi di genggamannya Butiran hujan, merajam kesendirian menjadi sepi yang paling menyakitkan Sehelai kenangan kusam, tertambat di beranda sepi. Tersia dan nyaris mati Di sayap malam, tiap helainya menyimpan sebaris puisi tentang rindu yang ingin kutuntaskan; denganmu Malam membisu dalam dekap dadamu. Kucoba mencari hangat dalam pijar rindu yg kian riuh bertalu Entah mengapa hujan senja kali ini berwarna biru. Mungkin ini lebam karna dihantam rindu bertalu-talu Dan sunyi menjalari setiap lekuk hati, memahat luka nganga di suwung semesta Tentang remang malam, saat bulan meneteskan bulir-bulir kenangan tentang masa silam; kunamakan ini kesunyianDari getas ranting kenangan menjelma daun kering, dibawa angin pada sebuah subuh yang hening Menangislah, jika dengan air mata kau mampu mencerna cinta yang kau angankan Ada hal-hal yang tak pernah selesai kita utarakan, aksara-aksara yang berkelindan di ingatan; gagap yang diam Selalu saja, saat pagi datang kita bergegas menutup buku kenangan yang tak pernah usai kita baca Ada hal-hal yang tak pernah selesai kita utarakan, aksara-aksara yang berkelindan di ingatan; gagap yang diam. Hmmmmm... kiranya awal kata di atas merupakan pintu pembuka untuk memasuki syair kata cinta kekasih yang membawa kesederhanaan judul " Bertasbihnya Pagi Kebeningan Berembun" Semoga bermanfaat menjadi penghibur hati yang sedang meletup - letup karena merasakan arti dari sebuah kesendirian bagaikan rumput teki yang menyimpan teka - teki, hmmmm.....๐Ÿ˜, Salam Rindu..... Terima Kasih.


Baca juga iyach :








Hari ini, embun pagi meneteskan air jernih

setetes demi setetes

tidak terlihat memang.

karena dia ada dalam diam

bertasbihnya pagi kebeningan berembun





Menyibak pagi dengan kedinginan yang aneh

kabut menutupi rimbun daun

tetesan embun yang keluar, Tak akan berarti apapun

karena tak terlihat, maka tak indah

bertasbihnya pagi kebeningan berembun





Karena tak terdengar, tak dipuji

karena diam, dia diabaikan

dia bukan tidak ada, dia hanya sedang sembunyi

di balik belukar penuh duri

dia tak ingin keluar, karena percuma katanya

tak ada yang peduli

bertasbihnya pagi kebeningan berembun







Lebih baik sendiri. Dilihat oleh sebagian manusia dia tak peduli

dia terus bertasbih dengan tetes-tetes air yang jatuh, hingga hilang pagi
diamnya bertasbih

bertasbihnya pagi kebeningan berembun




Usai sudah rangkaian syair kata cinta kekasih kali ini yang mengangkat kesederhanaan judul "Bertasbihnya Pagi Kebeningan Berembun" . Apapun lika - liku kehidupan namun muaranya adalah setitik cinta dan rindu yang membuat tubuh dan hati yang loyo menjadi mekar semekar-mekarnya hmmmmm..... Salam Rindu, Terima Kasih.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Butuh Pengobatan Kata Bermaknamu

Bukankah Perkataanmu Kehalusan Bunga