Bukankah Perkataanmu Kehalusan Bunga
Syair Kata Cinta Kekasih_ Mengawali pertemuan kata, kalimat yuk sedikit mengupas tentang arti puisi dan syair melalui kesederhanaan kata di dalam menguraikan arti yang akan muncul di kedua matamu dan mataku hmmmmmmmmm.....😊 perbedaan utama terdapat pada bahasa. Puisi menggunakan bahasa Indonesia sedangkan syair bahasa Melayu lama. Namun, keduanya memiliki persamaan yakni bahasa yang digunakan bersifat kiasan, konotatif, dan mengandung unsur metafora. Sebelum malam melarutkan dirinya dalam gejolak renunganmu, renunganku maka alangkah mesranya bilamana sesegera mungkin menuangkan kata demi kata yang masih saja meletup di kedalaman jiwa hmmmm.....Bibir Pantaipun Keringnya Berdebu😍
Kumulai hari dengan senyuman
melempar pandangan ke kebun bunga
mawar, melati, dahlia tertimbun embun
semua terhampar disana
bukankah perkataanmu kehalusan bunga
kebun bunga yang indah
berhias mahkota alam
menyebar semerbak aroma
pacukan semangat hari ini
kebun bunga yang begitu indah
laksana permata dunia
karunia dari Sang Kuasa
tuk selalu kita jaga, Sayangi Tumbuhan, Nyawa Kehidupan
bukankah perkataanmu kehalusan bunga
Salam cinta, salam rindu, salam sehat dari RS Harapan Sehat Pemalang, Telah cukup panjang kalimat direntang hingga menutup malam dengan rangkaian kata - kata berjiwa. Ruh telah dimasukan untuk dihidupkan dengan penuh penghayatan tanpa rekayasa. Kalimat dari hati penuh kejujuran, Kadang tidak dipercayai karena telah mengumbar rayuan.
Rayuan rindu penutup malam diantara embun yang mulai turun membasahi rerumputan halaman rumah. Berkilau karena sinar bulan yang ramah. Terang benderang malam telah membuat bunga - bunga rebah. Embun yang tebal telah memberatkan dengan penyanggah.
Penutup malam dengan syair kehidupan sepanjang hari yang telah mengajarkan diri tentang kesabaran. Sesaat lagi ketika berganti hari dalam sujud tahajud kuminta kepada Nya perlindungan. Hidup ini semakin banyak tantangan seperti mengawali dalam keprihatinan waktu lalu ketika ayah dan ibu mengajarkan. Kututup malam dengan perjanjian. Beliau berkata dalam heningnya hati bahwa Tak akan pernah kuakhiri rindu kepada Mu, Tuhan.
Bukankah Perkataanmu Kehalusan Bunga
Kumulai hari dengan senyuman
melempar pandangan ke kebun bunga
mawar, melati, dahlia tertimbun embun
semua terhampar disana
bukankah perkataanmu kehalusan bunga
kebun bunga yang indah
berhias mahkota alam
menyebar semerbak aroma
pacukan semangat hari ini
kebun bunga yang begitu indah
laksana permata dunia
karunia dari Sang Kuasa
tuk selalu kita jaga, Sayangi Tumbuhan, Nyawa Kehidupan
bukankah perkataanmu kehalusan bunga
Baca juga iyach....
- https://syairkehidupancurahkankeindahan.blogspot.com/2019/11/bahagiaperasaanmuketikabersyukur.html
- https://syairkehidupancurahkankeindahan.blogspot.com/2019/10/bayanganmu-pembawa-kerinduanku-bersemi.html
Salam cinta, salam rindu, salam sehat dari RS Harapan Sehat Pemalang, Telah cukup panjang kalimat direntang hingga menutup malam dengan rangkaian kata - kata berjiwa. Ruh telah dimasukan untuk dihidupkan dengan penuh penghayatan tanpa rekayasa. Kalimat dari hati penuh kejujuran, Kadang tidak dipercayai karena telah mengumbar rayuan.
Rayuan rindu penutup malam diantara embun yang mulai turun membasahi rerumputan halaman rumah. Berkilau karena sinar bulan yang ramah. Terang benderang malam telah membuat bunga - bunga rebah. Embun yang tebal telah memberatkan dengan penyanggah.
Penutup malam dengan syair kehidupan sepanjang hari yang telah mengajarkan diri tentang kesabaran. Sesaat lagi ketika berganti hari dalam sujud tahajud kuminta kepada Nya perlindungan. Hidup ini semakin banyak tantangan seperti mengawali dalam keprihatinan waktu lalu ketika ayah dan ibu mengajarkan. Kututup malam dengan perjanjian. Beliau berkata dalam heningnya hati bahwa Tak akan pernah kuakhiri rindu kepada Mu, Tuhan.
Komentar
Posting Komentar