Bacalah Permukaan Kedalaman Batinku
Syair Kata Cinta Kekasih - Puisi adalah karya sastra yang syarat dengan bahasa yang indah. Puisi juga memiliki rima, irama, dan bait yang secara fisik terlihat. Puisi juga dapat dikatakan sebagai karya yang penuh makna buah hasil pemikiran, perasaan, dan ungkapan dari penyair. Makna puisi dapat dipahami oleh pembaca dengan cara membaca secara detail dan penghayatan yang mendalam.
Puisi merupakan karya sastra yang dibagun dari dua unsur yaitu unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik dalam puisi meliputi 5 unsur yaitu: diksi, pengimajinasian, kata konkret, bahasa figuratif, versifikasi, dan tata wajah. Unsur batin puisi terdiri dari 4 unsur antra lain: tema (sense), perasaan penyair (feeling), nada (tone), dan amanat (intention). Penjelasan lebih detail terkait unsur batin puisi antara lain sebagai berikut :
1. Tema (sense)
Sebuah puisi harus mempunya gagasan pokok pemikiran. Gagasan ini akan mejadi kerangka bagaimana puisi itu akan dibagun. Puisi setidaknya memiliki 5 jenis tema puisi yaitu (1) ketuhanan, (2) kemanusiaan, (3) kebangsaan, (4) keadilan sosial, dan (5) kedaultan rakyat.
2. Perasaan (feeling)
Puisi merupakan sebuah wujud ekspresi dari seorang penyair. Ekspresi tersebut dapat berupa kerinduan, kegelisahan, pengagungan kepada Tuhan, kepada alam, atau kepada kekasih. Feeling juga dapat menjadi ciri latar psikologi, sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan sang penyair. Perasan penyair tersebut nantinya akan mempengaruhi bahasa yang digunakan misalkan tentang alam maka bahasa yang digunakan akan cenderung bermakna keindahan alam.
3. Nada (tone)
Nada dalam puisi memuat sebuah sikap bagaimana puisi itu dibacakan (bernada) apakah merupakan sebuah nasehat, kritik, sindiran, ejekan, atau cerita. Nada tesebut nantinya akan dirasakan oleh pembaca setelah membaca puisi yakni adanya perubahan suasana tertentu pada pembaca. Nada kritik dapat menimbulkan suasana pemberontakan, nada sindiran mengakibatkan rasa malu, nada ejekan dapat menimbulkan kemarahan dan lain sebagainya.
4. Amanat (intention)
Sama halnya dengan karya sastra lain, puisi juga mengandung amanat sekalipun dengan bahasa yang lebih ringkas. Amanat tersirat pada kata - kata atau pun tema. Puisi sebagai karya sastra yang subjektif dapat menimbulkan lebih banyak amanat dari sisi pembaca bahkan dari pada apa yang hendak disampaikan oleh penyair. Amanat memuat tujuan mengapa penyair membuat puisi tersebut. Amanat juga dapat diartikan sebagai makna karya sastra yang berhubungan dengan seseoarang, konsep, dan situasi pengimajinasian puisi. Selanjutnya yuk pelan - pelan baca syair dibawah ini, awas hati - hati banyak rasa di dalam sana. Syair kata cinta kekasih berjudulkan " Bacalah Permukaan Kedalaman Batinku '' Semoga bermanfaat membuat hati bahagia dan pikiran fresh meskipun kabut tipis prasangka suram masih menghinggapi lubuk batin, Salam Rindu, Terima Kasih.๐
BACA JUGA IYACH sebelum kedua mata terpejam karena tak sanggup menahan kantuk hmm....
Sibaklah rumpun-rumpun bambu
Akarnya kekar dalam satu
Tiada goyah di terpa sang bayu
Dari dekat hijau dari jauh bewarna biru
Terhitung beruas-ruas dan berbuku buku
Berlindung dengan lembutnya aur dan bulu
Sibak pula isi hatiku
Beruas-ruas rindu dalam kalbu
Bahagia pula bila kita bersatu
Tiada lain dengan cinta berbias rindu
Seperti kata yang selalu ku umpamakan buatmu
Puisi merupakan karya sastra yang dibagun dari dua unsur yaitu unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik dalam puisi meliputi 5 unsur yaitu: diksi, pengimajinasian, kata konkret, bahasa figuratif, versifikasi, dan tata wajah. Unsur batin puisi terdiri dari 4 unsur antra lain: tema (sense), perasaan penyair (feeling), nada (tone), dan amanat (intention). Penjelasan lebih detail terkait unsur batin puisi antara lain sebagai berikut :
1. Tema (sense)
Sebuah puisi harus mempunya gagasan pokok pemikiran. Gagasan ini akan mejadi kerangka bagaimana puisi itu akan dibagun. Puisi setidaknya memiliki 5 jenis tema puisi yaitu (1) ketuhanan, (2) kemanusiaan, (3) kebangsaan, (4) keadilan sosial, dan (5) kedaultan rakyat.
2. Perasaan (feeling)
Puisi merupakan sebuah wujud ekspresi dari seorang penyair. Ekspresi tersebut dapat berupa kerinduan, kegelisahan, pengagungan kepada Tuhan, kepada alam, atau kepada kekasih. Feeling juga dapat menjadi ciri latar psikologi, sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan sang penyair. Perasan penyair tersebut nantinya akan mempengaruhi bahasa yang digunakan misalkan tentang alam maka bahasa yang digunakan akan cenderung bermakna keindahan alam.
3. Nada (tone)
Nada dalam puisi memuat sebuah sikap bagaimana puisi itu dibacakan (bernada) apakah merupakan sebuah nasehat, kritik, sindiran, ejekan, atau cerita. Nada tesebut nantinya akan dirasakan oleh pembaca setelah membaca puisi yakni adanya perubahan suasana tertentu pada pembaca. Nada kritik dapat menimbulkan suasana pemberontakan, nada sindiran mengakibatkan rasa malu, nada ejekan dapat menimbulkan kemarahan dan lain sebagainya.
4. Amanat (intention)
Sama halnya dengan karya sastra lain, puisi juga mengandung amanat sekalipun dengan bahasa yang lebih ringkas. Amanat tersirat pada kata - kata atau pun tema. Puisi sebagai karya sastra yang subjektif dapat menimbulkan lebih banyak amanat dari sisi pembaca bahkan dari pada apa yang hendak disampaikan oleh penyair. Amanat memuat tujuan mengapa penyair membuat puisi tersebut. Amanat juga dapat diartikan sebagai makna karya sastra yang berhubungan dengan seseoarang, konsep, dan situasi pengimajinasian puisi. Selanjutnya yuk pelan - pelan baca syair dibawah ini, awas hati - hati banyak rasa di dalam sana. Syair kata cinta kekasih berjudulkan " Bacalah Permukaan Kedalaman Batinku '' Semoga bermanfaat membuat hati bahagia dan pikiran fresh meskipun kabut tipis prasangka suram masih menghinggapi lubuk batin, Salam Rindu, Terima Kasih.๐
BACA JUGA IYACH sebelum kedua mata terpejam karena tak sanggup menahan kantuk hmm....
- https://syairkehidupancurahkankeindahan.blogspot.com/2019/09/berlayar-perahu-kertas-bernahkoda.html
- https://syairkehidupancurahkankeindahan.blogspot.com/2019/09/beribu-pasir-kerinduanku-berterbangan.html
Bacalah Permukaan Kedalaman Batinku

Sibaklah rumpun-rumpun bambu
Akarnya kekar dalam satu
Tiada goyah di terpa sang bayu
Dari dekat hijau dari jauh bewarna biru
Bacalah Permukaan Kedalaman Batinku
Sesungguhnya terdapat nuansa kangen
Sebenarnya ingin menjumpaimu

Oh...Hatimu teraba tumpukan perasaan sayangku
Terhitung beruas-ruas dan berbuku buku
Berlindung dengan lembutnya aur dan bulu
Sibak pula isi hatiku
Beruas-ruas rindu dalam kalbu
Buruk bagimu, pesona bagiku
Bahagia pula bila kita bersatu
Tiada lain dengan cinta berbias rindu
Seperti kata yang selalu ku umpamakan buatmu

Matahari terbit di ufuk timur, tenggelam di ufuk barat
Namun kembali bersinar ke esokan harinya
itulah rasa yang ada di kedalaman ruang hatiku dan hatimu
Bacalah permukaan kedalaman batinku
Komentar
Posting Komentar